Home | Kontak Kami

Sekilas Ternate Sambutan Walikota Statistik Album Kota Sejarah Pemerintahan Wilayah Pemerintah Daerah DPRD Kota Ternate Dokumen Pembangunan Peluang Invenstasi Fasilitas Kota Pelayanan Perizinan Wisata Press Release A  r  t  i  k  e  l Service Request Suggestions Catalogs / Manuals Support Forum

Mengamati perkembangan global , karakter kota , kultur masyarakat dan lingkungan serta permasalahan pokok dan menyikapi multi potensi yang dimiliki Kota Ternate maka Visi Kota Ternate adalah Menjadikan Ternate sebagai Kota Budaya menuju masyarakat madani sedangkan Misi Kota Ternate adalah membangun Ternate sebagai : Kota Budaya , Kota Perdagangan & Wisata serta  Kota Pulau / Pantai.  

Sekilas tentang Kota Ternate hari ini tidak terlepas dari latar belakang historis dan kultural serta berbagai hal menyangkut dengan karakter dan potensi yang dimiliki kota Ternate  :

 

 

 

 


   

 

 

 

Sejarah pemerintahan

Ternate merupakan salah satu kota tertua di Indonesia. Ia tercatat dalam sejarah , sebelum Majapahit berkuasa di Nusantara . Namanya tercatat dalam Kitab Negarakertagama yang di tulis Mpu Tantular. Sampai saat ini Ternate  masih menyimpan cerita sejarah dan budaya yang menjadi bukti kejayaan masa lalu .  Kota Ternate dalam perkembanganya kemudian ditingkatkan statusnya mejadi sebuah Kota Otonom ( Kotamadya ) tanggal 27 April 1999 berdasarkan Undang Undang Nomor 11 Tahun 1999 .membawahi 3 kecamatan yaitu Kecamatan Kota Ternate utara , Kecamatan Kota Ternate Selatan , Kecamatan Pulau Ternate yang kemudian di tahun 2000 dimekarkan menjadi 4 kecamatan yakni Kecamatan Moti. Selengkapnya ........       Clik : Sejarah

Back to Top

Penduduk

 

Jumlah penduduk Kota Ternate  berdasarkan data statistic tahun 2002 berjumlah 120.865 jiwa  dengan kepadatan  708,9 jiwa/km2.Kepadatan penduduk tertinggi terdapat di Kecamatan Kota Ternate Utara yaitu 2110,7 jiwa / km .

 

Clik.....Penduduk menurut jenis kelamin 

          Kepadatan Penduduk 

          Jumlah penduduk Rumah Tangga dan rasio... 

          Jumlah penduduk kelompok umur

 

Back to Top

 

 


 

 

Deskripsi Wilayah

Wilayah Administrasi

Ternate adalah sebuah kota otonom yang dibentuk dengan Undang –Undang Nomor 11 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kotamadya Ternate dan diresmikan pada tanggal 27 April  1999.

Kota Ternate memiliki luas wilayah daratan 249,75 km2  memiliki 8 buah Pulau  yang terbentang diatas 5.547,55 wilayah perairan yaitu :

Pulau Ternate   seluas 110,7 km2  

Pulau Moti        seluas   24,6 km2         

Pulau Mayau     seluas   78,4 km2           

Pulau Tifure      seluas   22,1 km2         

Pulau Hiri         seluas   12.4 km2         

Termasuk  3  Pulau Pulau kecil yang tidak berpenghuni yaitu Pulau Maka seluas 0,5 km2 ,   Pulau Mano seluas 0,05 km2 dan Pulau Gurida seluas 0,55 km2.

Secara Administrasi Pemerintahan , Kota Ternate merupakan Ibukota sementara Propinsi Maluku Utara , terbagi atas 4 Kecamatan  dan 60 kelurahan masing masing :

§  Kecamatan Kota Ternate Utara membawahi 18 kelurahan  dengan luas wilayah  22,06 km2

§  Kecamatan Kota Ternate Selatan membawahi 19 kelurahan dengan luas wilyh.  28,96 km2

§  Kecamatan Pulau Ternate membawahi 17 keluarahan dengan luas wilayah 174,13 km2

§  Kecamatan Moti membawahi 6 kelurahan dengan luas wilayah   24,60 km2

Back to Top

 

Geografis dan Topografi

Ternate terletak antara 127’3 Bujur Timur dan 124’ Bujur Barat serta 3’-3’ Lintang Selatan berbatasan dengan

Sebelah Utara            : Samudera Pasifik

Sebelah Selatan         : Laut Maluku

Sebelah Barat            : Laut Maluku

Sebelah Timur            : Pulau Halmahera

Kota Ternate dengan memiliki berbagai komponen alam yaitu  Laut ,Pulau , Danau ,  Gunung , menggambarkan ciri topografis yang bervariasi  yang didominasi oleh dataran kemiringan  diatas 40 derajat seluas 127,37 km2 atau 51 % dari luas wilayah dan terdapat di Pulau Ternate , Pulau Hiri dan Pulau Moti  ,sedangkan Pulau Mayau dan Tifure merupakan wilayah dataran rendah yang dikelilingi oleh Laut bebas antar Pulau Ternate dengan  Bitung - Sulawesi Utara

Ciri topografi atau kemiringan rendah terletak linear memanjang mengikuti beberapa pesisir pantai pada posisi 0 – 2 derajat seluas 54,96 km2 atau 22 %. Clik ... disini

 

Back to Top

Potensi Perikanan Laut

Karakter Geografis kota kepulauan antara 127 Bujur barat dan 3 – 3 Lintang Selatan dengan luas perairan yang  luas berhadapan ke utara dengan samudera Pasifik , memiliki kekayaan laut yang sangat potensial   untuk dikembangkan . Laut yang membentang dari Pulau Hiri hingga Pulau-Pulau Batang Dua ( Pulau Mayau – Tifure ) mengandung potensi berbagai jenis ikan seperti malalugis , cakalang , Tuna , Napoleon Wrase , Layang-Layang, Cumi, Ikan terbang, Lobster  dan lain – lain yang diperkirakan kurang lebih terdapat 66 jenis ikan  , sementara yang baru diproduksi kurang lebih 18.133,4 ton per-tahun. Potensi perikanan yang baru diproduksi masih jauh lebih kecil dari kandungan potensi atau nilai produksi  atau dengan kata lain potensi perikanan di perairan Ternate masih banyak yang belum dikelolah . Berdasarkan data Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Ternate  tahun 2000 seperti Ikan Cakalang baru diproduksi 3000 ton dari 450.000.000 ton nilai produksi, Ikan Tuna baru berproduksi 60 ton dari 75.000.000 ton nilai produksi, Tuna/Malalugis baru 201,6 ton produksi dari 252.000.000 ton nilai produksi, Ikan Karang/Dojar baru diproduksi 27 ton dari 135.000.000 ton nilai produksi demikian pula dengan ikan Karang Dolosi yang baru diproduksi 54 ton dari 108.000.000. ton nilai produksi.

Back to Top

Ekonomi Perdagangan

Dibidang perekonomian , Ternate mengalami pertumbuhan ekonomi rata-rata 6,64 % pertahun  ( 1994-1998 ) Saat ini Ternate memiliki sejumlah kelengkapan infra struktur ekonomi dan jasa termasuk 11 Bank Pemerintah dan Swasta  yang dalam sehari terjadi perputaran uang sebesar Rp. diatas 7 Milyar belum termasuk perputaran uang diluar proses kliring Bank.

Letaknya yang berdampingan dengan Pulau halmahera yang kaya akan sumber daya alam telah mempoisiskan Ternate sebagai nadi ekonomi Maluku Bagian Utara . Letaknya yang sangat strategis  telah menjadikan Ternate sebagai “ multi gate “ pintu keluar – masuk jalur perdagangan dan pelayaran umum dan parawisata  kawasan timur Indonesia sangat menopang pertumbuhan ekonomi . Pelabuhan Ternate telah membuka peluang menjadi pelabuhan transito yang melayani route Nasional Jawa – Sulawesi – Maluku dan Papua serta  perdagangan dan wisata internasional hingga Manila , Jepang , Hongkong  dan beberapa negara eropa dan tepi barat Amerika Serikat .

Sejak dahulu kala Ternate telah dikenal karena potensi dan posisi geografisnya yang sangat strategis sejak tahun 1512 , ketika Antonio d’Abreaudan Faransisco Serrao , Kapten kapal dan rombongan Ferdinand Magelland , menyinggahi Bandar Ternate. Bahkan sebelumnya pada abad ke …. , pernah menjadi unggulan dalam kanca Globalisasi tradiosional di zaman keemasan Jalur Sutra   di Cina dengan membangun hubungan perdagangan internasional karena hasil buminya yang sangat terkenal yaitu pala dan Cengkih ( Cengki Afo adalah bukti Cengkih Tertua di dunia terdapat di Ternate ) . 

Back to Top

          Wisata Sejarah

Bidang parwisata , disamping social culture masyarakat yang kaya akan budaya dan adat istiadat, juga terdapat asset – asset histories peninggalan masa lalu seperti :

o      Kedaton Sultan Ternate ,  yang dibangun oleh Sultan Muhammad Ali pada tanggal 24 Nopember 1810, terletak di atas bukit Limau Santosa dan di dalamnya menyimpan benda-benda yang bernilai sejarah cukup tinggi.

o        Masjid Sultan Ternate, di bangun yang oleh Sultan Hamzah pada tahun 1633 dengan kombinasi arsitektur Cina dan Jawa kuno.

o        Benteng Toloco peninggalan bangsa Portugis , dibangun pada tahun 1512 oleh Gubernur Jendral Francisco Seereo dan direstorasi pada tahun 1610 oleh Jan Peter Booth.

o        Benteng Orange ( Benteng Malayu ), peninggalan Belanda , yang dibangun oleh Corneles De Jongoe pada tahun 1607 .

o        Benteng Kalamata ( Benteng Santa Lucia ) yang dibangun bangsa Portugis tahun 1540 dan dianeksasi Belanda tahun 1609.

o        Benteng Gamlamo ( Benteng Kastela ),yang dibangun oleh bangsa Portugis tahun 1521 oleh Antonio de Brito, dimana Sultan Khairun dibunuh oleh Antonio Pimentel atas perintah pamannya Capitao Diego Lopez de Mesquita

o        Benteng kota Janji ( Benteng Santo Pedro ), dibangun oleh bansa Portugis kemudian di duduki spanyo tahun 1606 dan dikuasai bangsa Belanda tahun 1612.

o        Makam Sultan babullah,yang terletak di Kelurahan  Foramadiyahi,dikakai Gunung Gamalama yang memiliki daya tarik wisata.

o        Makam Sultan Badaruddin, Sultan asal Palembang yang diasingkan di Ternate pada tahun 1821 oleh bangsa Belanda.

Back to Top

          Wisata Alam dan Budaya

Sedangkan potensi  Wisata alam diantaranya : Danau Laguna, Danau Tolire, Cengkeh Afo yang berusia 3,5 abad , Batu Angus akibat letusan Gunung Gamalama tahun 1673 yang di dalamnya terdapat tugu makam tentara Jepang, dan sejumlah wisata pantai lainnya.

Adapun potensi Wisata adat dan wisata budaya, adat istiadat diantaranya :

o         Upacara Adat Kulano Uci Sabea ( Upacara keagamaan )

o         Upacara pengobatan Kapita Fanyira ( Upacara Adat )

o         Tarian Soya-soya ( Tarian adat penjemputan tamu )

o         Tarian cakalele ( Tarian permainan rakyat )

o         Tarian Lego dan Dansa ( Tarian kesenain klasik )

o         Tarian / ronggeng Tide (  Kesenian rakyat )

o         Tarian / ronggeng  Gala ( Kesenian Rakyat )

o         Tarian Baramasuwen ( Tarian adat Ritual )

o         B a d a b u s ( Tarian adat ritual )

o         Jokokaha ( Tarian adat penjemputan tamu )

o         Ige segonofu (  Upacara adat dalam rangka pelantikan tamu / keselamatan )

o         Pembacaan Tamsil

o         Atraksi perahu Kora-kora.

Back to Top

Home | Sekilas Ternate | Sambutan Walikota | Statistik | Album Kota | Sejarah Pemerintahan | Wilayah | Pemerintah Daerah | DPRD Kota Ternate | Dokumen Pembangunan | Peluang Invenstasi | Fasilitas Kota | Pelayanan Perizinan | Wisata | Press Release | A  r  t  i  k  e  l | Service Request | Suggestions | Catalogs / Manuals | Support Forum

Pemerintah Kota Ternate, Propinsi Maluku Utara, Indonesia
Copyright © 2002 [ Informasi & Komunikasi ]. Last modified: 07/26/03.